
Fakultas Teknik Desain Inovasi Universitas Islam Indonesia (FTDI UII) kembali mengukuhkan kiprahnya di kancah internasional dengan menggelar ASEAN Student Mobility 2026 yang berlangsung pada 11 hingga 21 Agustus 2026 di Yogyakarta. Mengusung tema eksplorasi urban foodscape, kegiatan ini mengajak para peserta untuk mendalami peran kuliner jalanan (street food) dalam membentuk dinamika ruang kota, ekonomi lokal, serta interaksi sosial di kawasan bersejarah.
Program kolaboratif internasional ini mempertemukan mahasiswa lintas disiplin dari tiga program studi FTDI UII: Teknik Sipil, Arsitektur, dan Teknik Lingkungan dengan delegasi internasional dari Rangsit University (Thailand), Universiti Kebangsaan Malaysia, International Islamic University Malaysia, UCSI University, serta Rotterdam University of Applied Sciences dari Belanda. Sinergi akademik ini juga semakin solid dengan keterlibatan mahasiswa dari Universitas Indonesia dan Universitas Sebelas Maret.
Selama sebelas hari, para peserta memusatkan kajian lapangan di sepanjang koridor Museum Sonobudoyo hingga Alun-Alun Kidul, yang mencakup kawasan bersejarah seperti Malioboro, Kampung Kauman, Pasar Ngasem, dan Taman Sari. Di koridor ini, lanskap kuliner khas seperti gudeg, angkringan, wedang ronde, hingga lesehan malam hari menjadi objek penelitian yang kaya akan nilai arsitektural, sosial, dan kebudayaan lokal.
Melalui pendekatan interdisipliner, setiap tim mengkaji kawasan dari tiga sudut pandang keilmuan yang saling melengkapi. Mahasiswa Arsitektur memetakan klaster spasial dan fasad bangunan bersejarah, mahasiswa Teknik Sipil menggeledah aksesibilitas pejalan kaki, kondisi drainase, serta jaringan transportasi, sementara mahasiswa Teknik Lingkungan berfokus pada analisis pengelolaan sampah, pasokan air bersih, dan sanitasi pedagang.
Metodologi lapangan yang diterapkan sangat dinamis, menggabungkan observasi langsung, urban sketching, pemetaan aktivitas, hingga wawancara bersama para pedagang lokal. Dokumentasi visual tersebut dikemas secara kreatif dalam bentuk catatan visual, kolase foto, dan tayangan media sosial berbentuk reels yang merekam denyut kehidupan kuliner jalanan dari pagi hingga malam hari.
Di samping aktivitas analisis yang padat, para peserta juga diajak menyelami kekayaan budaya Nusantara melalui ekskursi ke Candi Borobudur dan menyaksikan pertunjukan Sendratari Ramayana di Prambanan. Kegiatan ekskursi ini tidak sekadar menjadi ajang rekreasi, melainkan juga wadah refleksi bagi mahasiswa untuk mempelajari manajemen pengunjung serta pemeliharaan kebersihan di kawasan warisan dunia.
Muara dari seluruh rangkaian penelitian ini adalah penyusunan karya terintegrasi berupa Urban Foodscape Atlas. Karya riset ini memuat peta tematik, diagram alir sampah dan sanitasi, serta rekomendasi perancangan kota yang kontekstual dan berkelanjutan tanpa menghilangkan kearifan lokal para pedagang kaki lima.
Puncak acara ditandai dengan presentasi akhir dan pameran karya yang digelar pada 20 Agustus 2026 di kampus UII, di mana setiap kelompok memaparkan temuan spasial dan solusi teknis di hadapan para fasilitator. Suasana hangat kemudian menutup seluruh rangkaian kegiatan melalui Farewell Dinner yang dimeriahkan oleh pertunjukan seni lintas budaya dari para peserta internasional.

Melalui penyelenggaraan workshop internasional ini, FTDI UII membuktikan komitmennya dalam mencetak lulusan yang berwawasan global, adaptif, dan mampu merumuskan solusi atas permasalahan ruang kota secara holistik. Kolaborasi antarnegara ini diharapkan terus berlanjut sebagai fondasi dalam mengembangkan perencanaan kawasan warisan budaya yang berkelanjutan di kawasan ASEAN.

Fakultas Teknik Desain Inovasi Universitas Islam Indonesia (FTDI UII) kembali menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang unggul dan responsif terhadap tantangan global maupun lokal. Melalui kiprah Center for Earthquake and Volcano Disaster Risk Studies (CEV-DRS), FTDI UII menginisiasi kolaborasi strategis bertaraf internasional bersama Bentara Campus dan Vrije Universiteit (VU) Amsterdam. Sinergi yang digelar pada Sabtu (15/8/2026) di Balai Kelurahan Kepuharjo, Cangkringan, Sleman ini bertujuan merumuskan langkah konkret dalam memperkuat resiliensi dan ketangguhan masyarakat di kawasan rawan bencana Gunung Merapi.








